Postingan

Kunci Pendidikan Profesional

Gambar
   Pendidikan di negeri ini terlihat membingungkan. Nampak jelas, terlihat dari kualitas outputnya. Lulusan sarjana, tetapi saat mereka bekerja ditanya, " Kamu bisa ajari pelajaran ini ? "  ujar tingkat junior " Sudah lupa aku," jawab lulusan sarjana. Keluh seorang guru, " Saya bingung dengan Kurikulum 2013, guru disuruh ini itu. Terlalu banyak pelatihan." Alhasil, murid malas, guru kelagapan. Moral dan adab seorang anak peserta didik mulai hilang. Guru dianggap seperti temannya sendiri, berbicara tidak sopan, tingkahnya yang kurang ajar. Dinasehati sedikit, mengumpat dibelakang. Menjelek-jelekkan guru, "Terserahku bu...bu/pak...pak," "Murid itu butuh kebebasan, gak stress mikirin banyak tugas," " Mending gak sekolah, kalau materinya gak berguna sama sekali," "Yang penting ngumpulin tugas, yang penting hadir. Gak paham atau gak bermanfaat urusan belakang," "Buang- buang duwit, kalau ujung-ujungnya disuruh belaja...

Yuk bermain !

 Anak yang sehat, cerdas, ceria,  dan berakhlak mulia adalah    dambaan    semua orangtua yang  memiliki  anak  usia  dini.  Selain itu,  anak  perlu  juga  mengoptimalkan kreativitasnya  agar  dapat  bermanfaat baik untuk dirinya sendiri, orang tua, masyarakat. Namun, dalam menumbuh kembangkan anak menjadi kreativ sangat tergantung pada kemampuan orang di sekitarnya, termasuk kondisi lingkungan dimana anak hidup. Pada dasarnya, dapat dikembangkan oleh orangtua maupun guru di sekolah. Berkaitan dengan peran guru di sekolah, khususnya di PAUD, maka dibutuhkan berbagai pendekatan dan startegi pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas anak. Salah satu strategi pembelajaran, yang saat ini diakui yaitu berbasis sentra bermain.  Sentra merupakan model pembelajaran yang memiliki ciri khas learning by doing dimana anak terlibat langsung dalam pembelajaran, learning stimulating anak diberikan s...

Lakukan ini ! Pembelajaran akan kondusif

  Berbicara mengenai  anak pada usia dini, dimana telahir dengan suci. Bersih dari dosa, polos, lucu, dan menggemaskan. Melihat perkembangan si kecil beranjak memamusiki beberapa bulan, sudah mulai tengkurep, menyangga leher, duduk, merangkak, hingga berjalan. Anak mulai meniru perkataan orang disekitar, berekspresi, bermain, mengenal benda  dan sebagainya. Pada tahap pembelajaran anak harus dibimbing secara maksimal. Orangtua sebagai pendidik pertama, menjadi suri tauladan pembentukkan karakter. Kunci utama pembentukan generasi gemilang, apabila orangtua mampu mengenal Sang Penciptanya, tujuan dia diciptakan, serta mengimani Rasul-Nya. Berharap kelak sanggup menghadapi perkembangan zaman. Bukan orangtua saja yang berperan aktif mendidik anak, gurupun ikut berpartisipasi di dalamnya. Berdasarkan pendapat Piaget, pentingnya guru mengembangkan kemampuan kognitif pada anak seperti agar anak mampu mengembangkan daya persepsinya berdasarkan apa yang ia lihat, dengar, dan rasak...

Talent Itu Gak Instant

Gambar
  Waktu kita kecil pasti ibu pernah mengarahkan kita ikut lomba. Entah itu lomba 17 Agustusan atau lomba yang diselenggarakan di luar rumah. Dahulu saya suka sekali mengikuti lomba 17 Agustusan. Pernah jadi juara 2 dan 3 lomba, menangkap belut dan gandul terong. Tahukan gandul terong ? Jadi terongnya diikat pakai tali terus ditaruh dipinggang. Tantantangannya menendang bola dengan terong tersebut. Haha lucu ya. Selain itu saya juga pernah mengikuti lomba mewarnai dan melukis. Namun, sayangnya saya kalah. Gak papa yang penting punya pengalaman. Ketiga guru bertanya, "Anak-anak cita-citanya apa ?" saya menjawab, " Jadi dokter guru, prisenter, penyanyi dan masih banyak lagi," polosnya diriku. Saya dulu, juga senang sekali menyanyi dan menari. Sayangnya, ketika ingin mengikuti ajang pencarian bakat tak bisa ku mengikuti tempo nadanya. Ibu pernah mengujiku untuk karoke di rumah, apalah daya semua hancur berantakkan. Selang beberapa tahun, SD,SMP,SMA cita-citanya mulai be...

Keterampilan Dasar Mengajar Kreativ dan Produktif

Gambar
  Sebagai calon pendidik, mahasiswa harus mengetahui bagaimana cara mentransfer ilmu kepada peserta didik. Ilmu harus senantiasa di teruskan pada genarsi selanjutnya. Mulai sejak dini manusia harus diberikan sebuah pengajaran yang tepat. Terlebih lagi pada usia emas, perkembangan anak semakin cepat. Anak mulai menstimulus semua kejadian yang berada di lingkungan sekitarnya. Lingkungan juga dapat mempengaruhi karakter anak. Apabila, lingkungannya baik maka dia akan baik, sebaliknya apabila lingkungan buruk maka dia akan buruk juga perilakunya. Oleh karena itu, kita sebagai calon tenaga pendidikan harus tahu keterampilan dasar   apa saja sih, untuk mendidik   murid. Sebelum kita membahas tentang keterampilan dasar mengajar anak usia dini, saya ingin menjelaskan tentang kreatif dan produktif. Menurut Aris (2014 : 41) Kreativitas merupakan salah satu potensi anak yang harus dikembangkan sejak dini. Setiap anak memiliki bakat kreatif, bila ditinjau dari segi pendidikan, baka...

Konsep Dasar Intelegensi, Islam Punya untuk Generasi Ulul Albab

Gambar
  Allah memberikan sebuah potensi kepada manusia untuk berfikir lewat akalnya. Allah memberikan manusia amanah menjaga atau merawat bumi ini. Saya jadi teringat dengan kisah iblis saat Allah memerintahkan sujud kepada manusia, tetapi iblis abai. Iblis merasa bahwa dia lebih baik dari manusia. Iblis diciptakaan dari api sedangkan manusia diciptakn dari tanah. Malaikat yang sangat taat kepada Allah saja sujud kepada manusia, karena itu merupakan perintah Allah. Malaikat tidak bertanya kenapa mereka harus sujud kepada manusia. Allah ingin menyatakan bahwa ciptaanKu ini sangatlah hebat dari semua makhluk yang Allah ciptakan. Ketika Allah menyuruh seorang insan menyebutkan nama benda -   benda ia mampu. Terlihatkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah memiliki tingkat intelegensi yang kuat. Setiap manusia diberikan kelebihan dan kecerdasan masing-masing oleh Allah. Ada yang diberikan hanya satu kecerdasan atau kelebihan bahkan ada yang diberikan dua kecerdasan atau lebih lagi. Tet...

Multiple Intelligence, Apa itu ?

Gambar
  Kita pasti tahu tentang bebagai jenis kecerdasan. Ada kecerdasan emosional, kecerdasan intelektul, dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional, bagaimana caranya mengelolah emosional/ persaan kita mulai dari sedih, senang, gebira, kecewa sehingga tingkat ke emosianalan kita stabil tidak berlebihan. Kecerdasaan intelektual, bersangkutan tentang cara kita berfikir kritis dan pandai dalam merangkai kata. Kebanyakan kalau kita melihat orang yang cerdas IQnya mereka akan menguasai berbagai bidang pelajaran. Entah itu sains, matematika, dan masih banyak lagi. Umumnya, hasil dari tes IQ seseorang dinilai dengan angka dari 0 hingga 200 ke atas dengan pembagian sebagai berikut: Hasil 70 atau kurang, menunjukkan adanya keterlambatan pemahaman. Angka 85 sampai 115 menggambarkan kemampuan rata-rata. Skor di atas 130 biasanya mendeskripsikan tingkat kepandaian yang luar biasa. Kecerdasan spiritual, menganalisa dan mengeksplorasi perilakunya di lingkungan sosial, serta cara ia menghadapi se...