Yuk bermain !
Anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia adalah dambaan semua orangtua yang memiliki anak usia dini. Selain itu, anak perlu juga mengoptimalkan kreativitasnya agar dapat bermanfaat baik untuk dirinya sendiri, orang tua, masyarakat. Namun, dalam menumbuh kembangkan anak menjadi kreativ sangat tergantung pada kemampuan orang di sekitarnya, termasuk kondisi lingkungan dimana anak hidup. Pada dasarnya, dapat dikembangkan oleh orangtua maupun guru di sekolah. Berkaitan dengan peran guru di sekolah, khususnya di PAUD, maka dibutuhkan berbagai pendekatan dan startegi pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas anak. Salah satu strategi pembelajaran, yang saat ini diakui yaitu berbasis sentra bermain.
Sentra merupakan model pembelajaran yang memiliki ciri khas learning by doing dimana anak terlibat langsung dalam pembelajaran, learning stimulating anak diberikan sesuai dengan tahapan perkembangannya, dan learning by modeling pembelajaran mengikut sertakan orang dewasa serta anak agar perkembagannya lebih berkembang. Pembelajaran tersebut, sangatlah menarik bagi anak-anak. Anak dapat memilih kegiatan pembelajaran sesuai dengan keinginan atau minat yang dimiliki. Pusat suatu wahana dirancang menstimulus bebagai aspek perkembangan pada anak usia dini. Menurut Catron dan Allen (1999) istilah lain sentra yaitu, area, sudut kegiatan anak dan pusat minat.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 146 tahun 2014 menyatakan bahwa guru seharusnya memanfaatkan lingkungan dan memilih alat bermain dan sumber belajar yang ada di lingkungan.
Model konseptual sentra bermain dalam proses pembelajaran, media gelaran sentra berupa bahan belajar dan bermain berfungsi sebagai pengantar pesan atau sumber belajar yang dapat membantu tercapainya tujuan program pembelajaran. pengembangan model konseptual sentra bermain dikembangkan dengan mengintegrasikan 3 jenis kegiatan yaitu :
Learning by doing
Learning by stimulating
Learning by modeling
Kegiatan sentra bermain yang dikembangkan adalah media yang dapat digunakan dalam kegiatan bermain yang berbasis kerja atau melakukan praktek, bermain yang berbasis menstimulus, dan bermain berbasis teladan atau contoh. Selanjutnya pada setiap berbagai kegiatan berdasarkan klasifikasi bermain kreatif, yaitu kreasi terhadap obyek, permainan cerita bersambung, permainan pertanyaan kreatif, permainan gerak kreatif dan permainan drama kreatif.
Pengembangan Desain Sentra Bermain
Kegiatan yang dilakukan di setiap tahapan berdasarkan istilah terkini dalam pengembangan kurikulum anak usia dini, yaitu:
(1) Pengembangan Proyek Tema
(2) Pengembangan Keterpaduan Proyek Tema dengan Klasifikasi Bermain Kreatif
(3) Pengembangan Keterpaduan Tema dan Indikator
(4) Pengembangan Pengembangan Materi: Bahan Belajar dan Bermain
(5) Pengembangan Desain dan Produksi Media Sentra Bermain,
(6) Pengembangan Asesmen Perkembangan
(7) Pengembangan Strategi Pembelajaran sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dalam sistem pembelajaran gelaran sentra bermain pada anak usia dini.
Seperangkat Kegiatan di Sentra Bermain
Adapun sentra bermain yang dikembangkan, yaitu sentra bermain peran dan sentra seni. Selanjutnya dikembangkan strategi pembelajaran yang memiliki 4 komponen, yaitu:
(a) Urutan kegiatan pembelajaran, yaitu urutan kegiatan yang dilakukan oleh guru bersama anak, mulai dari kegiatan di awal (penyambutan kedatangan anak, jurnal pagi dan appersepsi); kegiatan inti (pengalaman belajar yang didapat oleh anak berdasarkan indikator) serta kegiatan penutup (jurnal siang, review kegiatan dan umpan balik serta salam penutupan);
(b) Metode pembelajaran, yaitu cara guru mengorganisasikan materi dan anak agar terjadi proses belajar yang efektif dan efisien. Berkaitan dengan desain pembelajaran ini, metode yang digunakan adalah praktek langsung, bercakap-cakap, bercerita, berdiskusi, resitasi, simulasi, demonstrasi/peragaan, percobaan dan bermain peran;
(c) Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang akan digunakan oleh anak dan guru selama kegiatan belajar berlangsung. Adapun media yang digunakan dalam desain ini adalah media yang sengaja dirancang khusus sesuai dengan tema Aku dan Keluargaku, terdiri dari media langsung (benda-benda konkrit), media cetak, media elektronik (tape dan kaset), media buatan guru dan media sebagai hasil karya anak sendiri.
(d) Alokasiwaktu, yaitu alokasi yang disediakan untuk anak melakukan kegiatan belajar dalam rangka menyelesaikan setiap langkah. Alokasi waktu yang tersedia adalah 1 jam 50 menit (dari pukul 8.20–10.10).Alokasi waktu tidak ditentukan oleh guru berdasarkan urutan kegiatan secara kaku, tetapi bersifat fleksibel sesuai dengan keberminatan anak serta laju dan kecepatan belajar setiap anak.
Kegiatan di Sentra Bermain
Mengikuti irama lagu
Bercerita tentang keluarga menggunakan boneka dari flannel
Berdoa untuk kedua orangtua
Bernyanyi
Bermain bola
Praktek menyikat gigi
Memainkan peran
Dll.
Tolok ukur keberhasilan dari program kegiatan bermain ini. Terdapat penerapan secara konkrit seluruh indikator dari aspek kreativitas yang muncul pada saat kegiatan bermain yang diklaksifikasikan dalam 5 (lima) jenis permainan dan diidentikkan dengan bentuk permainan, yaitu kreasi terhadap objek, permainan dalam cerita bersambung, permainan drama kreatif, permainan gerak kreatif dan permainan dalam pertanyaan kreativ. Pengembangan sentra bermain telah menghasilkan model konseptual dan desain pengembangan media yang sesuai dengan konsep pembelajaran anak usia dini. Selain itu, sejumlah kegiatan di setiap gelaran sentra telah dikembangkan berdasarkan klasifikasi bermain kreatif, yaitu kreasi terhadap obyek, permainan cerita bersambung, permainan pertanyaan kreatif, permainan gerak kreatif, dan permainan drama kreatif. klasifikasi bermain kreatif, yaitu: kreasi terhadap obyekberupa papan alas makanku, gelas cantikku, daftar menuku dan flanel my ice cream; permainan cerita bersambungberupa celemek flanel, big book dan boneka jari;permainan pertanyaan kreatifberupa plastisin sup buah warna warni, flanel aneka buah, kantong pintar; permainan gerak kreatifberupa boneka flanel koki, drawing card; sertapermainan drama kreatif berupa miniatur cake, gelas master chef, dan alat makanku.
Komentar
Posting Komentar