Pembelajaran Ekspositori (SPE)

     


    Pembelajaran ekspositori, perlu bagi guru memenuhi segala keperluan untuk mendukung materi yang disampaikan. Pada dasarnya guru menyampaikan mater secara verbal, atau lebih mudahnya disebut metode ceramah (dalam pembelajaran klasikal) maka saat menyampaikan matei hendaknya ditunjang dengan APE, Sarana dan atu Media yang memadai. Hal ini bertujuan agar materi yang kita sampaikan tetap memiliki kesesuaian dengan pola berfikir anak usia TK/RA yang masih berfikir secara konkrit, artinya anak-anak tetaplah membutuhkan sarana belajar yang nyata terlihat.

    Menurut Dimyati dan Mudjiono dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran, peranan guru dalam strategi pembelajaran ekspositori adalah :

 a) Penyusun program pembelajaran

b) Pemberi informasi yang benar

c) Pemberi fasilitas belajar yang baik

d) Pembimbing siswa dalam memperoleh informasi yang benar.  jangan sampai kita memberikan informasi yang salah sebab ceramah/ penyampaian materi secara verbal tadi, sama sekali tidak didukung sarana yang nyata/konkrit. dengan menyusun program (dalam hal ini RPPH) yang tepat, kita juga dapat melakukan pembelajaransecara terperinci dan lebih lancar karena terstruktur alurnya. lalu juga harus memfasilitasi, dengan memenuhi kebutuhan belajar anak maka kemampuan berfikir anak dapat terstimulus dengan optimal

Langkah-langkah Pelaksanaan Strategi Ekspositori

Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori, yaitu:

a. Persiapan (Preparation)

    Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk meneri-ma pelajaran. Dalam strategi ekspositori, langkah persiapan merupakan lang-kah yang sangat penting. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori sangat tergantung pada langkah persiapan.

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antara-nya adalah:

1)    Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif.

2)    Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai.

3)    Bukalah file dalam otak siswa.

b.  Penyajian (Presentation)

    Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Guru harus memikirkan langkah dalam penyajian ini adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini, yaitu: (1) penggunaan bahasa, (2) intonasi suara, (3) menjaga kontak mata dengan siswa, dan (4) mengguna-kan joke-joke yang menyegarkan.                    

c.  Korelasi (Correlation)

    Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran de-ngan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah di-milikinya. Langkah korelasi dilakukan untuk memberikan makna terhadap materi pelajaran, baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telah dimilikinya maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berpikir dan kemampuan motorik siswa.

d.  Menyimpulkan (Generalization)

    Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti {core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah menyimpulkan merupakan langkah yang sangat penting dalam strategi ekspositori, sebab melalui langkah menyim-pulkan siswa akan dapat mengambil inti sari dari proses penyajian.

e.  Mengaplikasikan (Application)

    Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mere-ka menyimak penjelasan guru. Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting dalam proses pembelajaran ekspositori, sebab melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa. Teknik yang biasa dilakukan pada langkah ini di antaranya:

 (1)  Membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan

 (2) Memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disajikan.

Penggunaan strategi pembelajaran ekspositori terdapat beberapa prinsip berikut ini, yang harus diperhatikan oleh setiap guru: 

a.  Berorientasi pada Tujuan. 

    Walaupun penyampaian materi pelajaran merupakan ciri utama dalamstrategi pembelajaran ekspositori melalui metode ceramah, namun tidak berarti proses penyampaian materi tanpa tujuan pembelajaran. Justru tujuan itu-lah yang harus menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan strategi ini. Karena itu sebelum strategi ini diterapkan terlebih dahulu guru harus merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan terukur. Seperti kriteria pada umumnya, tujuan pembelajaran harus dirumuskan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diukur atau berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Hal ini sangat penting untuk dipahami, karena tujuan yang spesifik memungkinkan kita bisa mengontrol efektivitas penggunaan strategi pembelajaran. 

b. Prinsip Komunikasi

    Proses pembelajaran dapat dikatakan sebagai proses komunikasi, yang menunjuk pada proses penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan). Sistem komunikasi dikatakan efektif manakala pesan itu dapat mudah ditangkap oleh penerima pesan secara utuh. Sebaliknya, sistem komunikasi dikatakan tidak efektif, manakala penerima pesan tidak dapat menangkap setiap pesan yang disampaikan. Kesulitan menangkap pesan itu dapat terjadi oleh berbagai gangguan (noise) yang dapat menghambat kelancaran proses komunikasi. Akibat gangguan (noise) tersebut memungkinkan penerima pesan (siswa) tidak memahami materi/pesan. c. Prinsip Kesiapan. Siswa dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu kita harus memosisikan mereka dalam keadaan siap baik secara fisik maupun psikis untuk menerima pelajaran. Jangan mulai kita sajikan mata pelajaran, manakala siswa belum siap untuk menerimanya.

d.  Prinsip Berkelanjutan. 

    Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut. Pembelajaran bukan hanya berlang-sung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya. Ekspositori yang berhasil adalah manakala melalui proses penyampaian dapat membawa siswa pada situasi ketidakseimbangan (disequilibrium), sehingga mendorong mereka untuk mencari dan menemukan atau menambah wawasan melalui proses belajar mandiri.

Contoh pembelajaran pada AUD yang menggunakan strategi pembelajaran ekspositori :

a. Guru mengkondisikan siswa agar siap melaksanakan proses pembelajaran dimulai dari memberi salam, mengabsen, berdoa dan menanyakan kabar.

b. Guru memberikan sugesti positif agar siswa tekun mengikuti proses pembelajaran.

c. Guru menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa

d. Guru mengingatkan kembali pelajaran yang telah disampaikan sebelumnya dan menghubungkannya dengan topik yang sedang dipelajari.

e.Guru menanyakan kepada siswa apa yang diketahuinya terkait topik pelajaran yang akan disampaikan.

    Pembelajaran ekspositori guru cenderung memegang kontrol proses pembelajaran yang aktif, sementara siswa relalif pasif menerima dan mengikuti apa yang disajikan oleh guru. Pembelajaranekspositori merupakan pembelajaran yang lebih berpusat pada guru (teacher centered), guru menjadisumber dan pemberi informasi utama dengan maksud agar peserta didik dapat menguasai materi pembelajaran secara optimal (Hasbiyalloh et al., 2017; Watoni, 2014).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROBLEM BASED LEARNING

Kebijakan Pendidikan Populis, Bukan Solusi Tuntas Pendidikan

Talent Itu Gak Instant