Early Childhood Language Development Stage

 

     

    Manusia butuh namanya alat komunikasi. Waktu dulu seseorang berkomunikasi melalui gerakan tubuh atau biasa kita sebut dengan body languange. Lantas, kok bisa tiba - tiba bahasa itu muncul ? Asal usul  munculnya bahasa pada tahun 100.000 sebelum masehi. Menurut Om Noam Chomsky, bahasa muncul pada 60,000 hingga 100,000 tahun lalu di Afrika.

     Sejak dari jaman Raja Mesir Kuno, Psammetichus memerintahkan dua orang bayi untuk dikurung dalam dua kandang yang berbeda.

     Setelah dua tahun, kedua bayi anehnya mulai mengucapkan satu kata yang sama, yaitu “bekos”. Bukan, bekos itu artinya bukan kos yang biasa disewa sama mahasiswa, tapi itu adalah bahasa Phyrgian yang artinya adalah, roti. Alhasil, dari eksperimen tersebut mereka berkesimpulan bahasa Phyrgian, adalah asal muasal dari semua bahasa di dunia ini, karena dapat diucapkan oleh seorang bayi tanpa diajarin.

     Tetapi tahukah kamu ? Sebelum ada teori tersebut muncul bahwasannya Allah telah mejelaskan pada surat Al Baqarah ayat 31, "Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman ”sebutkan kepada-Ku semua (benda) ini, jika kamu orang yang benar”.

     Ada seorang dosen linguistik di sebuah universitas terkemuka di Inggris, Prof. Dr. Tahiyya  Abdul Aziz yang menulis buku berjudul Arabic Language The Origin of Languages. Dalam bukunya, Prof. Tahiyya menyimpulkan, bahasa Arab merupakan sumber dan asal-usul dari semua bahasa yang ada di muka bumi ini.

     Dan di tanah Arablah negeri asal dari cikal-bakal suku-suku bangsa bani Samyah, yaitu, bangsa Babylonia, Assyiria, Chaldea, Amorayah, Aram, Phunisia, Ibrani,  Arab, dan Abessinia. Bahasa dalam bentuk aslinya yang pertama adalah berupa suara atau rangkaian bunyi (ujaran) yang mengandung makna tertentu. Bentuk bahasa ucap atau percakapan ini pastilah bukan ciptaan manusia, tetapi pemberian dari Allah SWT.

     Demikian manusia sudah diberikan pengetahuan tentang berbahasa. Mulai dari nabi Adam, Allah memberikan bahasa arab sebagai bentuk komunikasi pertama. Banyak sekali kosa kata bahasa Inggris misalnya coffe kata serapan dari bahasa arab khafwah, kittun menjadi cat, dan masih banyak lagi. Anak keturunan nabi Adam, saat masih bayi baru lahir mengeluarkan suara tangisan. Pertanda bahwa bayi hidup. 

     Perlu diketahui bahwasannya anak seiring berjalannya waktu akan mengalami perkembangan bahasa. Oleh karena itu, para orangtua haruslah mengenali tahap - tahap perkembangan bahasa agar dapat memantau perkembangan buah hati. Berikut tahapannya :

1. Usia 0-12 bulan

     Tahap perkembangan Bahasa anak yang pertama dimulai dari si Kecil baru lahir hingga memasuki usia 12 bulan. Pada awalnya si Kecil hanya bisa merespon suara Mama dan menunjukkannya dengan memberikan ekspresi pada wajah Mama. Selanjutnya, si Kecil akan mulai merespon dengan mengulang konsonan atau vokal (babbling), memahami perintah verbal, dan mampu mengetahui arah datangnya suara.

     Ketika si Kecil memasuki usia 10-16 bulan, si Kecil akan mulai mengucapkan beberapa kata pertama seperti Mama atau nama panggilan kepada orang-orang di sekitarnya.

2. Usia 1-2 Tahun

      Setelah si Kecil memasuki usia 1-2 tahun, tahap perkembangan bahasa anak selanjutnya adalah si Kecil akan mampu untuk memahami kata-kata tunggal atau sederhana serta mampu memproduksi kata-kata tersebut. Si Kecil mulai bisa menunjukan bagian-bagian tubuh seperti hidung, tangan, mata dan telinga. Lebih lanjut, si Kecil mampu memahami makna di balik kalimat-kalimat sederhana seperti kata tepuk tangan dan ambil mainan.

     Beberapa ahli mengatakan bahwa ledakan Bahasa si Kecil pada usia 19-20 bulan, si Kecil dapat mempelajari beberapa kata-kata baru dalam sehari. Pastikan mempersiapkan si Kecil untuk mempelajari kata-kata sederhana pada usia ini.

3. Usia 2-3 tahun

     Tahap perkembangan Bahasa berikutnya adalah ketika si Kecil sudah memasuki usia 24 bulan atau 2 tahun hingga usia 3 tahun. Pada usia ini, si Kecil sudah mampu memahami kata-kata sederhana, kemudian si Kecil mulai belajar memahami kalimat sederhana. Lebih lanjut, pada usia 2 tahun, si Kecil akan mampu mengingat nama orang tua, keluarga dan nama binatang peliharaannya.

     Pada usia ini si Kecil juga sudah bisa mengatakan kalimat sederhana seperti Mama saya mau makan yang sebelumnya hanya bisa mengatakan Mama makan.

4. Usia 3-4 tahun

     Memasuki usia 3 sampai 4 tahun si Kecil sudah mulai memikirkan lingkungan di sekitarnya dan mulai bersosialisasi. Hal ini didukung oleh kemampuan Bahasa si Kecil yang sudah makin membaik dan pemahaman kosa kata si Kecil juga semakin luas. Pada usia ini, si Kecil sudah mampu mengingat nama teman di sekolah dan sudah dapat berbicara dengan kalimat sederhana yang berisi 3 sampai 4 kata.

      Ketika sudah bersosialisasi dengan teman sekitar, si Kecil akan mulai mempertanyakan banyak hal kepada Mama. Oleh karena itu, orangtua harus sabar menjawab setiap pertanyaan yang ada agar rasa ingin tahu si Kecil tidak berkurang seiring berjalannya waktu.

5. Usia 4-5 tahun

     Tahap perkembangan Bahasa anak usia dini memasuki tahap akhir yaitu pada usia 4-5 tahun. Pada usia ini, Si Kecil sudah dapat berbicara menggunakan kalimat kompleks dengan jelas, bisa membedakan banyak warna dan bentuk serta mulai belajar bercerita.

     Sebagian kecil anak pada usia 4-5 tahun sudah bisa memberikan opini terhadap suatu kejadian, mengajukan pertanyaan hingga memberikan saran.

     Tahap - tahap perkembagan bahasa tersebut butuh dukungan dari orangtua. Orangtua mecontohkan penggunaan bahasa yang baik dan benar. Kenapa ? Karena komunikasi dengan bahasa yang baik dapat membentuk karakteristik anak. Apabila, orangtua seringkali berkata kasar maka anak akan menirunya. Saat berkomunikasi kepada orang lain, nada bicaranya tinggi sikapnya pun akan terlihat berwatak keras atau agresif. Sebaliknya, perkataan yang benar dan baik akan cenderung anak mengeluarkan kata bernada rendah dan berwatak lembut. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROBLEM BASED LEARNING

Kebijakan Pendidikan Populis, Bukan Solusi Tuntas Pendidikan

Talent Itu Gak Instant