Cerebral Palsy Dapatkah Mengingat ?
Kuasa Allah Rabb semesta alam dan penciptakan
makhluk secara sempurna. Manusia dibentuk
sedemikian rupa dan detail sekali, mulai dari ribuan sel terumit di dalam tubuh sampai bagian
terpenting. Seperti otak, panca indra, tangan, kaki, jari jemari, dan
sebagainya. Untuk itu, kita patutlah bersyukur apabila Sang Maha Kuasa sudah
memberikan kesempurnaan ada di dalam diri kita. Kenikmatan begitu besar
berlimpah ruah, rasa sehatnya jasmani dan rohani kita patutlah dijaga dan
dirawat. Sayang, apabila apa yang telah
disediakan tak digunakan dalam hal kebaikan.
Salah satu aset terpenting dalam diri manusia yaitu akal. Hal yang membedakan antara manusia dan hewan ialah manusia memiliki akal sedangkan hewan hanya mempunyai nafsu saja. Dalam otak manusia terdapat neuron (sel saraf) menurut Suzana Herculano-Houzel, neuroscientist yang menemukan metode menghitung jumlah neuron dalam otak manusia, saat ini rata-rata jumlah neuron dalam otak manusia adalah 86 miliar. Di dalam otak terdapat memori. Memori adalah kemampuan seorang individu dalam penyimpanan, mempertahankan hingga mengingat kembali informasi dan pengalaman yang pernah didapatnya.
Memori sendiri terdiri dari tiga jenis yaitu, memori sensorik, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang.
1.
Memori sensorik adalah
memori yang akan membuat kita teringat gambaran informasi yang bersifat
sensorik, seperti gambar, suara dan lain-lain setelah informasi yang didapatkan
sudah berlalu. Misalnya, ketika anak-anak melihat sebuah benda, anak tersebut
akan mengingat bentuk benda tersebut selama beberapa detik.
2.
Memori Jangka Pendek, merupakan
memori yang membuat kita bisa mengingat selama beberapa detik hingga satu menit
tanpa berlatih. Maka, jika kita berlatih dan mengulang ingatan, kita bisa
mengingat hal-hal lebih banyak dan lebih lama. Untuk mempermudah memori jangka
pendek, anak-anak biasanya diminta untuk mengulang-ulang informasi, misalnya
dalam menghafal angka mereka akan mengulang-ulang urutan angka.
3.
Memori jangka panjang merupakan memori yang
berisi informasi untuk keperluan jangka panjang. Untuk bisa mendapatkan memori
ini, dibutuhkan proses retrieval atau mengingat kembali informasi yang
dibutuhkan. Contoh dari memori jangka panjang adalah ketika anak mengingat nama
teman sekolahnya, nama gurunya, dan lain sebagainya.
Perlu diketahui juga ternyata kapasitas
memori otak manusia 10 kali lebih besar
dari yang pernah dipikirkan sebelumnya. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti
dari Salk Institute ini menemukan bahwa otak manusia ternyata memiliki
kapasitas memori setidaknya 1 petabyte atau setara dengan 10 juta gigabyte.
Jumlah itu diperkirakan setara dengan internet saat ini."Ini adalah sebuah
kabar yang mengejutkan di bidang neurosains," ujar Terry Sejnowski, salah
seorang peneliti dari Salk Intitute, seperti dikutip dari laman Tech Times,
Rabu (27/1/2016).
Lantas bagaimana dengan penderita cerebral
palsy ( lumpuh otak) apakah masih dapat mengingat ? Sebelum kita bahas
persoalan tersebut, mari kita kaji tentang cerebral palsy itu apa ? Cerebral
palsy atau lumpuh otak adalah gangguan fisik yang menyerang anak dengan
berbagai cara, yang memengaruhi gerakan tubuh, kemampuannya untuk mengendalikan
otot, koordinasi, refleks, postur, keseimbangan, dan terkadang kemampuannya
untuk berkomunikasi. Gangguan otak ini sifatnya bisa terjadi sangat parah
sehingga membuat anak sulit berjalan, tetapi bisa juga ringan sehingga
dampaknya tidak terlalu terlihat jelas bagi sebagian orang. Beberapa anak yang
memiliki gangguan ini dapat juga mengidap epilepsi, gangguan pendengaran,
kesulitan belajar, masalah penglihatan, dan gangguan intelektual. Sayangnya,
penyakit ini tidak bisa disembuhkan.
Dari sedikit penjelasan sebelumnya
mari kita simak cerita ini. Muhammad Naja Hudia Afifurrohman yang akrab disapa
Naja, dan sedang mewakili NTB dalam ajang Hafiz Indonesia 2019 yang merupakan
program di salah satu stasiun televisi nasional. Ada cerita menarik di balik
gelar Naja sebagai Hafiz Al-Quran tersebut. Tidak seperti orang kebanyakan,
sejak kecil Naja telah difonis oleh Dokter sebagai penderita kelumpuhan otak
(cerebral palsy) dimana Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan
di saraf motoriknya. Hal itu membuat Naja harus menghabiskan kesehariannya di
atas kursi roda.
Kelumpuhan otak yang diderita oleh
Naja baru diketahui setelah beberapa bulan kelahiran Naja. Naja sendiri memang
dilahirkan secara premature. Namun hal tersebut tidak memutuskan semangat keluarga Naja.Kususnya ibu Naja selalu
menyempatkan diri membacakan ataupun memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran kepada
Naja. Ibunya dulu tahu anaknya mempunyai memori ingatan yang kuat pada umur 3,5
tahun maka daripada itu ibunya selalu memperdengarkan lantunan ayat suci Al –
Qur’an sembari Naja duduk di kursi roda. Sempat ditolak oleh berbagai macam
sekolah karena keterbatasan fisik yang dimilikinya dianggap akan mengganggu proses
pembelajaran siswa lain. Hal tersebut sempat membuat keluarga Naja kwalahan
mencari sekolah untuk anaknya. Sampai kemudian salah satu sekolah di wilayah
Jatisela, Gunungsari, Lombok Barat, yaitu Lenterahati Islamic Boarding School
bersedia menerima Naja sebagai murid mereka.
Setelah diterima di Lenterahati,
salah seorang guru kemudian menyarankan kepada orangtua Naja agar
memperdengarkan pembacaan Al-Quran kepada Naja. Hal tersebut karena
kenyataannya sampai saat ini Naja menyandang status tuna aksara. Najam pun
menghabiskan waktu 10 bulan untuk mendengarkan audio tersebut sampai kemudian
berhasil menghafal keseluruhan 30 Juz Al-Quran. Mulai bulan Maret 2018, sampai
10 bulan kedepannya Naja menyelesaikan hafalan 30 Juz (Al-Quran).
Mengetahui anaknya memiliki
kelebihan tersebut, Ibu Naja berinisiatif mendaftarkan Naja untuk mengikuti
program Hafiz Indonesia 2019. Setelah mendaftar, orangtua Naja memboyong
anaknya ke Jakarta untuk mengikuti audisi program tersebut dan berhasil lolos
ke babak selanjutnya. Ketika program tersebut disiarkan di televisi, Pemandu
Acara, Irfan Hakim beserta para juri menyampaikan kekagumannya pada Naja yang
telah menjadi Hafiz Al-Quran di umurnya yang masih sangat muda dengan seluruh
keterbatasan fisiknya. Hal itu karena hafalan Naja bukan main-main, yaitu mampu
menghafal sampai tingkat baris pada setiap halaman dalam Al-Quran.
Pelajaran yang bisa kita ambil
adalah, kita sebgai manusia yang memiliki daya ingat sempurna tidak cacat
secuilpun masih sulit atau bermalas – malasan dalam mengingat ayat – ayat Al –
Qur’an. Dari sosok anak kecil inilah Allah memberikan petunjuk agar kita semua
mau berfikir. Selama ini, otak kita dipergunakan untuk apa ? Ingatan kita digunakan untuk mengingat apa ?
Yuk, kita renungkan bersama. Selagi ada
upaya, waktu, dan tenanga mencoba menghafal ayat cintaNya. Mempergunakan akal
kita untuk senantiasa mentadaburi
firmanNya. Karena letak kecerdasan manusia terletak pada akal pikiran
dan hati. Sampai kapan kita berfikir nanti, esok, dan seterusnya. Apabila batas
umur kita sudah ditetapkan oleh Sang Maha Kuasa. Tak ada lagi fikiran dan
perkataan itu lagi. Pesan untuk diri sendiri maanfaatkan akal pikiran sebaik
mungkin isi dengan hal yang bermanfaat berdzikir kepada Sang Ilahi, hingga ajal
menghampiri.


Komentar
Posting Komentar