Bagaimana Meningkatkan Semangat Belajar ?
Teori belajar dalam Psikiologi Behavior
Belajar adalah perubahan yang relative
permanen dalam perilaku yang dihasilkan dari pengalaman. Terdapat teori aliran –
aliran besar dalam belajar. Salah satunya, teori aliran behavior. Behavior itu
sendiri memiliki arti yaitu, aliran pemikiran berusaha menjelaskan proses
pembelajaran.
Proses pembelajaran dikemukakan oleh tokoh berikut ini :
1.
Classical conditioning
Dicetuskan oleh Ivan
Pavlov. Beliau dahalu anak seorang pendeta, sehingga lebih memilih untuk
mengkaji teologi tentang agama. Memiliki buku yang berjudul “On The Origin of
The Species”. Kecintaannya terhadap
mengkaji tentang agama, kini beralih menyukai
dunia ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, beliau melanjutkan study ke
bidang sains pada tahun 1870 di Universitas St. Petersburg.
Prinsip dasar pengkondisian klasik (
lingkungan )
1.
Adanya interaksi dengan
alam.
2.
Perilaku dibentuk oleh
lingkungan / belajar dari lingkungan.
Eksperimen yang dilakukan oleh
beliau, yaitu :
Pavlov menggunakan
seekor anjing sebagai binatang percobaan. Anjing itu diikat dan dioperasi pada
bagian rahangnya sedemikian rupa, sehingga tiap-tiap air liur yang keluar dapat
ditampung dan diukur jumlahnya. Pavlov kemudian menekan sebuah tombol dan
keluarlah semangkuk makanan di hadapan anjing percobaan.
Sebagai reaksi
atas munculnya makanan, anjing itu mengeluarkan air liur yang dapat terlihat
jelas pada alat pengukur. Makanan yang keluar disebut sebagai perangsang tak
berkondisi (unconditioned stimulus) dan air liur yang keluar setelah anjiing
melihat makanan disebut refleks tak berkondisi (unconditioned reflex), karena
setiap anjing akan melakukan refleks yang sama (mengeluarkan air liur) kalau
melihat rangsang yang sama pula (makanan).
Kemudian dalam percobaan selanjutnya
Pavlov membunyikan bel setiap kali ia hendak mengeluarkan makanan. Dengan
demikian anjing akan mendengar bel dahulu sebelum ia melihat makanan muncul di
depannya. Percobaan ini dilakukan berkali-kali dan selama itu keluarnya air
liur diamati terus. Mula-mula air liur hanya keluar setelah anjing melihat
makanan (refleks tak berkondisi), tetapi lama-kelamaan air liur sudah keluar
pada waktu anjing baru mendengar bel. Keluarnya air liur setelah anjing
mendengar bel disebut sebagai refleks berkondisi (conditioned reflects) karena
refleks itu merupakan hasil latihan yang terus-menerus dan hanya anjing yang
sudah mendapat latihan itu saja yang dapat melakukannya. Bunyi bel jadinya
rangsang berkondisi (conditioned reflects).
Apakah situasi ini bisa diterapkan pada
manusia? Ternyata dalam kehidupan sehari-hari ada situasi yang sama seperti
pada anjing. Sebagai contoh, ketika murid – murid berada di kelas dosen belum
datang. Salah satu teman anda, akan mengeluarkan suara mendesis “Husttt” dalam
sekejap kondisi kelas diam dan teman anda akan duduk di kursinya masing –
masing. Perlikaku ini akan merangsang kita secara terkondisi, namun akan
berbeda apabila kita mengetahui teman sekalas ada yang suka iseng maka kita
tidak akan mempercayainya. Satu lagi contoh, suara lagu dari penjual es krim
Walls yang berkeliling dari rumah ke rumah. Awalnya mungkin suara itu asing,
tetapi setelah si pejual es krim sering lewat, maka nada lagu tersebut bisa
menerbitkan air liur apalagi pada siang hari yang panas. Bayangkan, bila tidak
ada lagu tersebut betapa lelahnya si penjual berteriak-teriak menjajakan
dagangannya.
Dari contoh tersebut dapat
diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat
dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat
untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak
menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.
Aplikasi Teori Belajar Ivan Pavlov
Terhadap Pembelajaran Siswa
Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam menerapkan teori belajar menurut Pavlov adalah ciri-ciri kuat yang
mendasarinya adalah :
1.
Mementingkan pengaruh
lingkungan
2.
Mementingkan bagian-bagian
3.
Mementingkan peranan reaksi
4.
Mengutamakan mekanisme
terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon
5.
Mementingkan peranan
kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya
6.
Mementingkan pembentukan
kebiasaan melalui latihan dan pengulangan
7.
Hasil belajar yang dicapai
adalah munculnya perilaku yang diinginkan.
2.
Operant Conditioning "cara kerja yang menentukan"
Pencetusnya adalah Burrhus Frederic Skinner.
Salah satu buku terbaik dalam bidang psikologi yang ditulisnya adalah Walden
II. Beliau juga merupakan seorang filusuf terkenal dari Prancis.
Prinsip dasar :
1.
Penyebab eksternal =
penyebabnya dari setiap perilaku
Contoh : konsekuensi dari guru (sebagai pemberi nilai )
2.
Konsekuensi = manusia
cenderung akan mendekati hal yang menyenangkan dan menjauhi hal yang tidak
menyenangkan. Manusia akan melakukan karena adanya tindakan konsekuensi (+)
akan tetap, sebaliknya akan menghilang ( tingkah laku (+) konsekuensi (-))
Eksperimen
Seekor tikus yang
lapar diletakkan dalam Skinner Box, kemudian binatang tersebut akan akanmenekan
sebuah tuas yang akan membukakan dulang makanan, sehingga diperolehpenguatan
dalam bentuk makanan. Di dalam setiap keadaan, seekor binatang akanmemperlihatkan
bentuk perilaku tertentu; tikus tadi misalnya, akanmemperlihatkan perilaku
menyelidik pada saat pertama kali masuk kedalam Box,yaitu dengan mencakar-cakar
dinding dan membauinya sambil melihat-lihat kesekelilingnya. Secara kebetulan,
dalam perilaku menyelidik tersebut tikusmenyentuh tuas makanan dan makanan pun
berjatuhan. Setiap kali tikus melakukanhal ini akan mendapatkan makanan;
penekanan tuas diperkuat dengan penyajian makanan tersebut, sehingga tikus
tersebut akan menghubungkan perilaku tertentu dengan penerimaan imbalan berupa
makanan tadi. Jadi, tikus tersebut akan belajar bahwa setiap kali menekan tuas
dia akan mendapatkan makanan dan tikus tersebut akan sering kali mengulangi
perilakunya, sampai ada proses pemadaman atau penghilangan dengan menghilangkan
penguatannya.
Elemen :
1.
Bagaimana konsekuensi
tindakan orang mempengaruhi perilaku.
2.
Operan = perilaku aktif
yang beroperasi di lingkungan untuk menghasilkan konsekuensi.
3.
Tindakan yang diikuti
dengan penguatan akan diperkuat, lebih mungkin terjadi lagi di masa mendatang.
4.
Konsep hukuman juka muncul
dari teori ini.
Jenis perilaku
1.
Responden = reflex, begitu
saja.
2.
Operan = kesadaran berubah
akibat dari konsekuensi tindakan.
Punishment
+ Hukuman dengan penerapan, menghadirkan
peristiwa atau hasil yang tidak menguntungkan untuk melemahkan respon yang
mengikutinya. Memukul karena perilaku buruk adalah contoh hukuman dengan
penerapan.
-
Hukuman dengan penghapusan,
terjadi ketika peristiwa atau hasil yang menguntungkan dihilangkan setelah
suatu perilaku itu terjadi. Menghapus video game anak – anak yang mengikuti perilaku
buruk.
Reinforment
+ Peristiwa atau hasil yang disukai
disajikan setelah perilaku. Dalam situasi penguatan positif, respons atau
perilaku diperkuat dengan tambahan pjian atau penghargaan langsung.
- Melibatkan penghapusan peristiw atau hasil yang tidak diinginkan setelah tampil perilaku. Dalam situasi ini, respons diperkuat dengan penghapusan sesuatu yang dianggap tidak menyenangkan.
contoh : anak belajar tanpa disuruh oleh orang tua, lalu orang tua memberikan apresiasi kepada anak. Anak akan berfikir tindakannya benar, maka dia akan terbiasa melakukannya.
3.
Observasional
Albert Bandura, lahir 4 Desember 1925, Canada. Anak terakhir dari 6
besaudara. Minat tentang pembelajaran, berkuliah di University of British
Columbia pada tahun 1949. Mendapatkan gelar MA pada tahun 1951 dan gelar Ph.D.
dalam psikiologi klinis pada tahun 1952.
Teori belajar sosial :
1.
Observasi : terdapat model
hidup ( guru ), simbolik ( gambar ), instruksional verbal.
2.
Manusia dewasa, mental :
motivasi interinsik (dari dalam)
3.
Perubahan : tidak selalu
pembelajaran mengakibatkan perubahan perilaku.
Faktor kunci :
1.
Attention : kemampuan menarik
perhatian.
2.
Retention : kemampuan
menyimpan informasi.
3.
Reproduction : meningkatkan
kompetensi .
4.
Motivation : menggerakkan
seseorang sangat penting dalam pembelajaran.
(https://immrestorasi.wordpress.com/2018/08/14/ivan-pavlov/#:~:text=Adapun%20jalan%20eksperimen%20tentang%20refleks,dapat%20ditampung%20dan%20diukur%20jumlahnya.) download 23/10/20
(https://id.wikipedia.org/wiki/B.F._Skinner) download 23/10/20
(http://psycholocious.blogspot.com/2013/11/eksperimen-skinner-operant-conditioning.html) download 23/10/20
Terimakasih Dosen Pembimbing

Komentar
Posting Komentar